Fatima Suyud Seorang sarjana yang mendedikasikan dirinya di bidang ilmu keperawatan dan kedokteran.

HbsAg Reaktif Artinya Terinfeksi Hepatitis B, Benarkah?

1 min read

Arti HBsAg Reaktif

Mungkin kalian pernah mendengar istilah tes HbsAg atau bahkan pernah melakukan tes ini. Ya, HbsAg adalah sebuah jenis tes darah. Hasil tes darah ini bisa reaktif, bisa juga non-reaktif. Lalu, HbsAg reaktif artinya apa? Itulah yang akan kita bahas tuntas di sini. Jadi, kalian wajib menyimaknya dengan cermat.

Jika kalian melakukan tes darah HbsAg dan hasilnya reaktif, kalian pasti merasa sangat khawatir. Jika hasil tes menunjukkan demikian, artinya kalian terinfeksi hepatitis B. Tapi, untuk tahu virus hepatitis sedang aktif atau tida, diperlukan beberapa pemeriksaan lain seperti HBV DNA maupun HbeAg dan juga pemeriksaan enzim hati yaitu SGPT & SGOT.

Cara Mengetahui Status Hepatitis B

Agar tahu status hepatitis B pada kalian, sebaiknya kalian periksa ke dokter spesialis penyakit dalam guna mengevaluasi & menangi kondisi lebih lanjut. Lalu, apa itu hepatitis B? Hepatitis B juga sering disebut radang hati. Ini merupakan penyakit akibat virus hepatitis B (VHB), yang bisa menyebabkan peradangan hati akut/menahun yang kadang bisa berlanjut jadi sirosi hati/kanker hati. Virus ini menular lewat darah & cairan tubuh yang terinfeksi. Hal ini bisa terjadi pada keadaan berikut ini:

  • Tranfusi darah
  • Penggunaan pisau cukur Bersama
  • Penularan dari ibu ke janin saat proses melahirkan
  • Jarum yang terkontaminasi untuk membuat body piercing, akupuntur, tato, dll.
  • Tertusuk jarum suntik yang sudah terinfeksi
  • Penggunaan jarum suntuk yang tidak steril
  • Hubungan intim yang tidak aman
  • Kontak darah dengan darah secara langsung

Arti HbsAg Reaktif

contoh hasil uji hbsag

HbsAg reaktif artinya kalian kemungkinan besar terinfeksi virus atau penyakit hepatitis B. Umumnya, pembawa hepatitis (hepatitis carriers) B tidak merasa atau terlihat sakit. Yang jelas, hepatitis carriers punya resiko lebih tinggi untuk menderita kerusakan hati yang progresif yang dikarenakan reaktivasi spontan hepatitis B berulang. Jadi, mereka memerlukan pengawasan rutin dari dokter.

5 hingga 10 persen orang dewasa yang terkena hepatitis B akan menyimpan atau membawa virus hepatitis seumur hidup. Itulah kenapa mereka disebut hepatitis B carriers. Ada 4 fase hepatitis B untuk menjadi hepatitis B kronis, yaitu:

  1. Fase toleransi imunitas
  2. Fase pembersihan imunitas
  3. Fase control imunitas
  4. Fase penurunan imunitas

Selama fase 1 & 3, biasanya pasien tak punya keluhan & disebut ‘inactive carriers’. Yang pasti, mereka tidak bisa bertahan selamanya pada fase ini. Mereka akan berpindah fase & selalu punya resiko terjadinya kerusakan hati progresif & pembentukan sirosis hati atau pengecilan hati.

Umumnya, pasien di fase 1 & 3 tidak diberikan terapi sebab berdasar penelitian, pemberian antivirus tak beda dengan placebo. Lalu, pasien di fase 2 & 4 akan diberi terapi antivirus. Yang diperlukan pasien carrier tanpa gejala merupakan follow-up atau kunjungan ke dokter teratur guna memastikan fase yang terjadi & perlu tidaknya terapi.

Peran Tes HbsAg untuk Mendeteksi Penyakit Hepatitis B

HbsAg adalah protein yang ada di permukaan virus hepatitis B. Tes HbsAg yang menunjukkan hasil positif menandakan kalau seseorang terinfeksi hepatitis & kemungkinan bisa menularkan ke orang lain. Tapi, tes ini tak bisa jadi satu-satunya patokan mendeteksi hepatitis B karena hasil tes HbsAg yang positif juga dapat terjadi dalam kurun waktu 18 sesudah seseorang menerima vaksin hepatitis B.

Jadi, dokter perlu melakukan tes tambahan guna memastikan infkesi penyakit hepatitis B, terdiri dari tes anti-HBc, tes anti-HBs, dan tes IgM anti-HBc. Kesimpulan dari Ruangperawat.com, HbsAg reaktif artinya tidak selalu menunjukkan bahwa seseorang benar-benar terinfeksi penyakit atau virus hepatitis B.

Fatima Suyud Seorang sarjana yang mendedikasikan dirinya di bidang ilmu keperawatan dan kedokteran.

Ruangperawat: Referensi, Artikel dan Download Gratis!